akhir nya sekian lama ,video bokep cewek kost pontianak ini muncul juga.
anak kost ini adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di pontianak.
video ini berdurasi 20 menit,dengan gambar yang sangat bagus karna di ambil oleh salah seorang kameramen tv swasta.
mungkin saat ini video tersebut belum bisa saya posting karena ada sedikit masalah.
silahkan kunjungi lagi beberapa hari kemudian.
welcome to pontianak xxx
Rabu, 31 Agustus 2011
20 Bintang Porno Jepang yang paling hot-hot
Maria ozawa
Juara bertahan, cantik luar dalam, begitulah komentar orang-orang yang sudah melihat videonya..... hahahaha

Kedua, sara tsukigami

Haruna yabuki

Saki seto

Hime kamiya

Reon kadena

Mihiro taniguchi

Natsuki kumada

Sora aoi

Siori yokoi

Nana

Ran azakawa

Miyuki kamiya
Rie fukaumi

Takako kitahara

Ryoko mitake

Reina matsushima

Akane sakura

Erika sato

Yua aida
Juara bertahan, cantik luar dalam, begitulah komentar orang-orang yang sudah melihat videonya..... hahahaha

Kedua, sara tsukigami

Haruna yabuki

Saki seto

Hime kamiya

Reon kadena

Mihiro taniguchi

Natsuki kumada

Sora aoi

Siori yokoi

Nana

Ran azakawa

Miyuki kamiya

Rie fukaumi

Takako kitahara

Ryoko mitake

Reina matsushima

Akane sakura

Erika sato

Yua aida

cara membuat HP kamu menghasilkan uang
dewasa ini banyak cara yg bisa di gunakan untuk menghasilkan uang.
cara yg paling mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun adalah menghasilkan uang dari HP.
bagaimana cara membuat HP menghasilkan uang ??????
cara nya gampang,jual aja tuh HP ,hehehe . . .just kidding bro.
sebenarnya HP tidak bisa menghasilkan uang,tapi hanya menghabiskan uang.
bener gak ??????
cara yg paling mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun adalah menghasilkan uang dari HP.
bagaimana cara membuat HP menghasilkan uang ??????
cara nya gampang,jual aja tuh HP ,hehehe . . .just kidding bro.
sebenarnya HP tidak bisa menghasilkan uang,tapi hanya menghabiskan uang.
bener gak ??????
Selasa, 30 Agustus 2011
daftar situs porno,xxx,bokep,ngentot yg bisa di download
bagi kamu yg suka ngedownload film atau video bokep,ngentot,xxx tapi situs nya di blokir,berikut adalah situs-situs yg dijamin gak di blokir.
Hanya 42 bro!, sisanya sudah tutup alias dibanned!
No | Situs | Link |
1 | XXX-DEVILS | http://adf.ly/7KXe |
2 | 711Crew | http://adf.ly/7KXf |
3 | zixzAz Team | http://adf.ly/7KXg |
4 | Final Circle | http://adf.ly/7KXh |
5 | Golden Password | http://adf.ly/7KXi |
6 | Bravo Pass Club | http://adf.ly/7KXj |
7 | The Best Password Club | http://adf.ly/7KXk |
8 | xXx Diamond xXx | http://adf.ly/7KXl |
9 | PASSPAGE | http://adf.ly/7KXm |
10 | passfan | http://adf.ly/7KXn |
11 | Password Kingdom | http://adf.ly/7KXo |
12 | passcandy | http://adf.ly/7KXp |
13 | TripleXBase | http://adf.ly/7KXq |
14 | NZBsBoard | http://adf.ly/7KXr |
15 | Gallery Dump | http://adf.ly/7KXs |
16 | Mature Older Women | http://adf.ly/7KXt |
17 | Emerald City Erotica | http://adf.ly/7KXu |
18 | Heaven's Lounge | http://adf.ly/7KXv |
19 | Fetisch Cams | http://adf.ly/7KXw |
20 | Live-Amateure | http://adf.ly/7KXx |
21 | The Tigers Den | http://adf.ly/7KYM |
22 | SexyXXXworlds | http://adf.ly/7KYN |
23 | Passvegas | http://adf.ly/7KYO |
24 | Poison Rose | http://adf.ly/7KYP |
25 | Adult Manila Online | http://adf.ly/7KYQ |
26 | ExploitHome | http://adf.ly/7KYR |
27 | Sextime24h | http://adf.ly/7KYS |
28 | Freesexlink | http://adf.ly/7KYT |
29 | Happynights | http://adf.ly/7KYU |
30 | Only classic porn | http://adf.ly/7KYV |
31 | free stream porn | http://adf.ly/7KYW |
32 | Novel4U | http://adf.ly/7KYX |
33 | Girls with Guns | http://adf.ly/7KYY |
34 | Terminator Passclub | http://adf.ly/7KYZ |
35 | Sombsa´s privat Toplist | http://adf.ly/7KYa |
36 | Real Web Whores | http://adf.ly/7KYb |
37 | Keyifli Seyirler | http://adf.ly/7KYc |
38 | Amateur HomeMade Porn | http://adf.ly/7KYd |
39 | Porno | Sex | Hardcore | http://adf.ly/7KYe |
40 | Gatas Gostosas | http://adf.ly/7KYf |
41 | porno izle, türk porno izle | http://adf.ly/7KZ4 |
42 | LAB PORN - stats | http://adf.ly/7KZ5 |
Hanya 42 bro!, sisanya sudah tutup alias dibanned!
Saber, weapon Traditional Dayak people in Borneo
Introduction
Saber believed to have levels kampuhan or supernatural powers. The power of magic is not only derived from the manufacturing process is through certain rituals, but also in the tradition of headhunting (beheading opponents) When it (before the 20th century) more and more people are successfully kayau, the saber he uses the more powerful. Usually most of her hair was partly used to decorate the handle. They believe that people who die in-kayau, then the soul will inhabit saber saber so it becomes powerful. However, the current saber function has changed, ie as objects of art and culture, souvenirs, collectibles and guns for hunting, prune shrubs and farming.
Structure Mandau
1. 1. Blade Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Saber blades made of sheet iron that was forged through a long-shaped flat like a machete and pointy (like the top half of the grooved flat). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. One side of the blade sharpened sharp eye, while the other side is left a little thick and blunt. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. There are several types of materials that can be used to make a saber, namely: iron montallat, matikei iron, and steel taken from a car, chainsaw blades, discs vehicles, and so forth. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. That said, the best quality saber is made of volcanic rock that melted iron is very special, so strong and sharp and a touch of gold jewelry, silver, or copper. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu. Saber type is made only by certain people.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Creation begins with the saber blades make the embers in a furnace for iron memuaikan. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. The wood used to make the coals are ironwood. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. This type of wood was chosen because it can produce a higher heat than other wood species. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya agar memuai. After the wood into coal, the iron that will be the saber blade is placed on it to expand. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Then, forged with a hammer. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Forging is done repeatedly until getting the desired shape saber blades. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. After the blade is formed, the next stage is to make an ornament of grooves and serrations on the eyes as well the holes saber on saber blades. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. That said, in ancient times the number of holes on a saber represents the number of victims who never got the saber slash. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. How to make a decoration as a way to make saber blades, namely memuaikan and with hammers repeatedly until getting the desired shape. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda. After that, then smoothed using a saber blade grinding.
2. 2. Gagang (Hulu Mandau) The handle (Upstream Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. The handle (upstream saber) is made of carved deer antlers resemble a bird's head. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. The entire surface of the handle carved with various motifs such as a dragon's head, beak, gyre, and hooks. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. At the end of the handle there is also adorned with animal fur or human hair. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya. The shape and carvings on the handle of this saber saber can distinguish the place of origin is made, the tribe, as well as the owner of social status.
3. 3. Sarung Mandau. Gloves Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Gloves saber (tainted) is usually made of thin wood plates. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. The top is coated bone-shaped bracelet. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. The middle and bottom wrapped with woven rattan as the clamp amplifier. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. As a garnish, usually placed baliang bird feathers, the bird asked, beads and sometimes also stuffed mascot. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan. In addition, the saber is also equipped with a small knife sheath leather bound scabbard attached to the side and waist straps of woven rattan.
Nilai Budaya Cultural Values
Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Making saber, if examined carefully, in it contains values that in turn can be used as reference in daily life for the community supporters. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. These values include: beauty (art), diligence, thoroughness, and patience. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. The value of beauty is reflected in the forms of saber is made in such a way that radiates beauty. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Meanwhile, the value of perseverance, thoroughness, and patience is reflected from the manufacturing process that requires diligence, thoroughness, and patience. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna. Without these values are not likely to materialize a saber beautiful and full of meaning.
Borneo is one of five major islands in Indonesia. Actually the island is not only a "hometown" Dayak people simply because there is Banjar (South Kalimantan) and the Malays. And, among Dayaks themselves with one another grow and develop its own culture. In other words, cultures are grown-developed by the Dayak-Iban are not exactly the same as that grown-developed culture-Punan Dayak and so on. However, with one another knowing or having typical Dayak weapon known as the saber. In everyday life these weapons can not be separated from its owner. That is, wherever he went he always carried as saber saber also serves as a symbol of a person (the honor and identity). For the record, once thought to have magical saber and only used in certain rituals such as: war, headhunting, traditional dance equipment, and supplies the ceremony.
Saber believed to have levels kampuhan or supernatural powers. The power of magic is not only derived from the manufacturing process is through certain rituals, but also in the tradition of headhunting (beheading opponents) When it (before the 20th century) more and more people are successfully kayau, the saber he uses the more powerful. Usually most of her hair was partly used to decorate the handle. They believe that people who die in-kayau, then the soul will inhabit saber saber so it becomes powerful. However, the current saber function has changed, ie as objects of art and culture, souvenirs, collectibles and guns for hunting, prune shrubs and farming.
Structure Mandau
1. 1. Blade Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Saber blades made of sheet iron that was forged through a long-shaped flat like a machete and pointy (like the top half of the grooved flat). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. One side of the blade sharpened sharp eye, while the other side is left a little thick and blunt. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. There are several types of materials that can be used to make a saber, namely: iron montallat, matikei iron, and steel taken from a car, chainsaw blades, discs vehicles, and so forth. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. That said, the best quality saber is made of volcanic rock that melted iron is very special, so strong and sharp and a touch of gold jewelry, silver, or copper. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu. Saber type is made only by certain people.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Creation begins with the saber blades make the embers in a furnace for iron memuaikan. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. The wood used to make the coals are ironwood. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. This type of wood was chosen because it can produce a higher heat than other wood species. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya agar memuai. After the wood into coal, the iron that will be the saber blade is placed on it to expand. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Then, forged with a hammer. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Forging is done repeatedly until getting the desired shape saber blades. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. After the blade is formed, the next stage is to make an ornament of grooves and serrations on the eyes as well the holes saber on saber blades. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. That said, in ancient times the number of holes on a saber represents the number of victims who never got the saber slash. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. How to make a decoration as a way to make saber blades, namely memuaikan and with hammers repeatedly until getting the desired shape. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda. After that, then smoothed using a saber blade grinding.
2. 2. Gagang (Hulu Mandau) The handle (Upstream Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. The handle (upstream saber) is made of carved deer antlers resemble a bird's head. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. The entire surface of the handle carved with various motifs such as a dragon's head, beak, gyre, and hooks. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. At the end of the handle there is also adorned with animal fur or human hair. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya. The shape and carvings on the handle of this saber saber can distinguish the place of origin is made, the tribe, as well as the owner of social status.
3. 3. Sarung Mandau. Gloves Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Gloves saber (tainted) is usually made of thin wood plates. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. The top is coated bone-shaped bracelet. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. The middle and bottom wrapped with woven rattan as the clamp amplifier. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. As a garnish, usually placed baliang bird feathers, the bird asked, beads and sometimes also stuffed mascot. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan. In addition, the saber is also equipped with a small knife sheath leather bound scabbard attached to the side and waist straps of woven rattan.
Nilai Budaya Cultural Values
Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Making saber, if examined carefully, in it contains values that in turn can be used as reference in daily life for the community supporters. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. These values include: beauty (art), diligence, thoroughness, and patience. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. The value of beauty is reflected in the forms of saber is made in such a way that radiates beauty. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Meanwhile, the value of perseverance, thoroughness, and patience is reflected from the manufacturing process that requires diligence, thoroughness, and patience. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna. Without these values are not likely to materialize a saber beautiful and full of meaning.
senjata tradisional suku dayak
Mandau
Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian digunakan untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.
Struktur Mandau
1. Bilah Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya agar memuai. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.
2. Gagang (Hulu Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
3. Sarung Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Nilai Budaya
Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.
Pengantar
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Dan, di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.
Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian digunakan untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.
Struktur Mandau
1. Bilah Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya agar memuai. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.
2. Gagang (Hulu Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
3. Sarung Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Nilai Budaya
Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.
Langganan:
Postingan (Atom)